Windows Live Messenger + Facebook

Kamis, 01 Desember 2011

evaluasi, pengukuran dan penilaian

A.    Pengukuran (measurement)
Menurut Sri Wardani yang dimaksud dengan Pengukuran adalah kegiatan sistematik untuk menentukan angka dari suatu gejala atau objek. Jadi menurut Sri wardani pengukuran dalam ranah pendidikan, berarti suatu kegiatan yang sistematik yang dilakukan untuk memperoleh angka atau penskoran pada suatu objek atau gejala, dalam hal ini objeknya adalah peserta didik.
Sedangkan menurut (Guilford, 1982 dalam Pengembangan Sistem Penilaian, 2004:9) yang dimaksud dengan Pengukuran adalah proses penetapan angka terhadap suatu gejala menurut aturan tertentu. Menurut Safari (1997:3) mengartikan pengukuran sebagai suatu kegiatan untuk mendapatkan informasi/data secara kuantitatif. Secara tersirat kedua definisi tersebut menandakan pengukuran merupakan proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numerik sejauhmana peserta didik telah mencapai suatu tingkatan, (Endang Kurniawan dan Indah Mutaqimah 2004).
Pengukuran juga diartikan oleh (Zainul dan Nasution 1993:6; Nitko 1983:5)  sebagai prosedur pemberian angka (dapat disebut skor) kepada suatu atribut atau karakter teretentu yang dimiliki oleh seseorang, hal, atau objek tertentu menurut aturan yang jelas, (Elly Herliani & Indrawati 2009).
Menurut (Noll 1997) pengukuran adalah proses kuantifikasi hasilnya selalu digambarkan dalam angka-angka, yang diukur adalah atribut dan karakteristik siswa dalam hal ini pengetahuannya, keterampilannya dan sikapnya, (Elly Herliani & Indrawati 2009).
B.     Penilaian
Sri wardani berpendapat bahwa yang dimaksud dengna penilaian adalah penafsiran hasil pengukuran dan penentuan pencapaian hasil belajar. Penilaian hasil pembelajaran meliputi penilaian proses dan hasil, pelaksanaanya dapat dilakukan dengan teknik tes dan nontes.
Penilaian (assessment) merupakan suatu pernyataan berdasarkan sejumlah fakta untuk menjelaskan karakteristik seseorang atau sesuatu (Griffin dan Nix, 1991 dalam Pengembangan Sistem Penilaian, 2004:10). Pada saat ini sejalan dengan pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi terdapat istilah penilaian kelas yang merupakan salah satu pilarnya. Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran. Untuk itu, diperlukan data yang akurat sebagai informasi yang dapat diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah atau belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi, (Endang Kurniawan dan Indah Mutaqimah 2004).
Penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan instrumen test maupun non-test. Penilian dimaksudkan untuk memberi nilai tentang kualitas hasil belajar, (Elly Herliani & Indrawati 2009).
C.    Evaluasi
Menurut Sri wardani evaluasi dimaknai sebagai penafsiran hasil pengukuran dan penentuan pencapaian hasil belajar. Adapula pendapat yang mengatakan bahwa Evaluasi (evaluation) adalah penilaian yang sistematik tentang manfaat atau kegunaan suatu objek (Stufflebeam dan Shinkfield, 1985 dalam Pengembangan Sistem Penilaian, 2004:11). Dalam melakukan evaluasi di dalamnya ada kegiatan untuk menentukan nilai suatu program, sehingga ada unsur keputusan tentang nilai suatu program (value judgement). Dalam melakukan keputusan, diperlukan data hasil pengukuran dan informasi hasil penilaian selama dan setelah kegiatan belajar mengajar. Objek evaluasi adalah program yang hasilnya memiliki banyak dimensi, seperti kemampuan, kreativitas, sikap, minat, keterampilan, dan sebagainya. Oleh karena itu, dalam kegiatan evaluasi alat ukur yang digunakan juga bervariasi bergantung pada jenis data yang ingin diperoleh.
Evaluasi yang sering  diartikan  penilaian adalah suatu  proses untuk  mengambil  keputusan  dengan  menggunakan  informasi  yang diperoleh  melalui  pengukuran  hasil  belajar  baik  yang  menggunakan instrumen tes maupun nontes. Tujuannya adalah memberi nilai tentang kualitas sesuatu untuk menjawab pertanyaan bagaimana suatu proses atau hasil suatu program (Nitko, 1996:7). Evaluasi lebih diarahkan pada seberapa jauh sesuatu proses atau suatu hasil seseorang atau program telah dicapai/diperoleh (Zainul, 1993:6), hal ini dikutip dari (Elly Herliani & Indrawati 2009).
D.    Asesmen
            Istilah  asesmen  berasal  dari  kata  assess  yang  berarti menempatkan  sesuatu  atau  membantu  penilaian.  Dalam  konteks evaluasi,  assessment  berarti  proses pengambilan  data  dan  membuat data  tersebut  ke  dalam  suatu  bentuk  yang  dapat  diinterprestasikan;
keputusan  atau pertimbangan dapat  dibuat berdasarkan  asesmen  ini. (Encyclopedia  of  Education  and  Evaluation;  1989).  Asesmen  adalah kegiatan  mengevaluasi  pendidikan  dengan  cara  mengumpulkan informasi mengenai siswa untuk menentukan strategi pengajaran yang tepat (Wallace & Larsen, 1979), hal ini dikutip dari (Elly Herliani & Indrawati 2009).

E.     Kesimpulan
            Jadi pengertian pengukuran dalam ranah pendidikan pada hakekatnya adalah suatu kegiatan yang dirancang dan disusun secara sistematik untuk memperoleh informasi atau data kuantitatif  dari atribut ataupun karakteristik siswa, yakni pengetahuannya, keterampilannya, dan sikapnya guna untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mencapai suatu tingkatan dalam pembelajaran.
            Pengertian penilaian adalah serangkaian kegiatan atau proses untuk melakukan penafsiran hasil pengukuran untuk menjelaskan karakteristik siswa untuk mengambil keputusan penentuan hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan menggunakan tes ataupun non tes.
            Evaluasi adalah penilaian yang sistematik mengenai karakteristik siswa yakni hasil pengukuran untuk mengambil keputusan dalam mengetahui sejauh mana proses atau hasil seseorang atau program telah dicapai. Hasilnya memiliki banyak dimensi, seperti kemampuan, kreativitas, sikap, minat, keterampilan, dan sebagainya.
            Asesmen adalah proses pengambilan atau pengumpulan data mengenai siswa kemudian membuat data tersebut menjadi suatu bentuk yang dapat di interpretasikan untuk mengetahui strategi pembelajaran mana yang tepat untuk digunakan dalam proses pemebelajaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar